BANTUL (KRjogja.com) – SMKN 2 Gedangsari Gunungkidul yang merupakan binaan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) menampilkan 75 karya busana batik bertajuk ‘Connection’ di panggung Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016 di Jogja Expo Center (JEC) Minggu (16/10/2016).

Gelaran fashion show tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan fashion batik khas Gedangsari secara lebih luas sekaligus menghubungkan kurikulum dengan industri.

Dandy T Hidayat, tim desainer fashion show dalam temu pers di JEC Minggu (16/10/2016) mengatakan 75 desain akan ditampilkan dalam fashion show yang sedianya digelar malam nanti pukul 18.00 WIB. Menurut dia, tema Connection sengaja diambil lantaran dianggap mewakili keterkaitan antara SMKN 2 Gedangsari, YPA-MDR dan dunia industri.


“Total ada 75 karya mulai dari busana dinamis, sporty, asymetris dan chic. Kami memiliki tujuan besar yakni memperlihatkan busana khas Gedangsari khususnya batik agar semakin dikenal luas,” terangnya.

Gaya new post modern edgy yang mengedepankan unsur kontemporer dari batik Gedangsari menurut Dandy akan ditampilkan dalam gelaran fashion show nanti. “Teknik pembuatannya dengab drapery, opnaisel, permainan manset, modifikasi bentuk kerah, plisket, lipit hingga drawstring yang seluruhnya dikerjakan para siswa SMKN 2 Gedangsari,” imbuhnya.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) Arietta Andriati sangat tertarik mengolah potensi industri busana di SMK kawasan Gedangsari. Dengan adanya batik khas Gedangsari diharapkan ada dampak ekonomi positif di daerah yang masih pra sejahtera tersebut. “Kami melihat potensi daerah, di Gedangsari ada potensi batik dan inilah yang ingin kita kembangkan. Harapannya batik Gedangsari samakin dikenal luas dan secara tak langsung juga meregenerasi pembatik di Yogyakarta,” ungkapnya.

YPA-MDR sendiri mulai bergerak di DIY sejak tahun 2007 lalu dan hingga kini telah memiliki 13 sekolah binaan terdiri dari 9 SD, 2 SMP dan 2 SMK. Total ada 2886 siswa binaan serta 186 guru binaan yang mengembangkan potensi daerah masing-masing. (Fxh)

sumber: krjogja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *