Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016 memasuki hari terakhir, Minggu (16/10). JIBB 2016 dibuka pada Rabu (12/10) lalu di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Pameran ratusan jenis batik ini terpusat di JEC. Namun selama empat hari pelaksanaannya, JIBB 2016 juga digelar di Hotel Royal Ambarukmo dan kawasan batik Imogiri.


Minggu siang, menelusuri pameran batik terbesar ini. Ada ratusan jenis batik terpajang di setiap ruang pameran. Tak hanya batik-batik yang biasa ditemui di pasaran semata, di sini juga terpampang batik-batik khusus dari Keraton Solo dan Ngayogyakarta.

Pengunjung seakan diajak mengintip beragamnya motif batik. Mulai dari motif parang khas Yogyakarta hingga motif-motif batik yang kaya akan makna filosofis dari daerah-daerah lain. Semua maknanya merupakan bagian dari kearifan budaya lokal Indonesia.

Wajar bila pameran ini menyertakan pemateri seminar rangkaian JIBB 2016 dari berbagai negara. Seluruhnya ada delapan negara yang turut berpartisipasi. Mereka berasal dari Jepang, Malaysia, Kuwait, Cina, Jerman, Thailand, dan Singapura. Pemateri bercerita tentang batik yang ditemukan di tiap negara.

Sore harinya, di podium utama pameran, prosesi penutupan dilakukan secara sederhana. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup, termasuk kegiatan berbagai lomba, seperti lomba blog batik, lomba foto, dan lomba home dekor. Usai pengumuman dan rencana JIBB 2018, ratusan pengunjung ikut membubarkan diri. Stan-stan pun mulai berbenah untuk tutup. (Fre)

sumber: indonesiana.merahputih.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *